Wednesday, March 26, 2008

Potrait Of Pimpinan Kita

Konon, sejahtera-sengsaranya sebuah bangsa sangat bergantung pada hati dan otak para pimpinannya. Kalau pimpinannya amanah, rakyatnya sejahtera. Sebaliknya, kalau pimpinannya rakyatnya susah dan pimpinannya sendiri yang sejahtera.
Apakah amanah yang menjadi tanggungjawab para pemimpin bangsa ? Tidak lain dan tidak bukan adalah menyejahterahkaen rakyatnya. Maka, kalau sekarang ini sebagian besar rakyat Endonesya tidak sejahtera, maka bisa jadi kita, rakyat Endonesya ini, sedang apes. Karena dipimpin oleh orang-orang yang tidak amanah.

Di saat ini, rakyat kita sedang hidup perih ditindih berbagai macem kenaekan harga. Mestinya, para pimpinan negeri, baek yang eksekutip maupun legislatip, ya mikir bagaimana mengatasi kesulitan-kesulitan hidup yang makin menginjak rakyat. Tapi, barangkali karena syarap tanggungjawab sosialnya telah diputus, dengan dalih aturan, mereka bancakan mobil baru, meski mobil yang sebelumnya masih terbilang baru dan sangat layak dipakai. Lebih konyol lagi, setelah mendapet mobil baru, mobil lama tak jua segera dikembaliken.

Di bawah ini contoh kasus tersebut :


Tiga Pimpinan Dewan Dapat Mobil Baru
BATU - Tiga pimpinan DPRD Kota Batu kian dimanjakan fasilitas. Betapa tidak, sejak dua bulan ini mereka memiliki tunggangan baru, Suzuki Grand Vitara warna silver yang kinyis-kinyis. Tunggangan baru itu diperuntukkan bagi Ketua DPRD Kota Batu Mashuri Abdul Rochim, Wakil Ketua DPRD Punjul Santoso dan Andrek Prana.

Sebelum mendapat tunggangan baru itu, Mashuri sudah mengendarai Nissan Terrano, sedangkan Punjul dan Andrek mendapat jatah Daihatsu Taruna. Anehnya, meski telah mendapatkan mobil dinas yang baru, tapi kendaraan yang lama juga masih tetap dipakai.

Soal mobil baru ini, Loekik Wargiono, mantan kabag perlengkapan membenarkan hal itu. Menurutnya, pengadaan mobil baru itu dilakukan dalam perubahan anaggaran keuangan (PAK) 2007 lalu. Katanya, pengadaan ini disebabkan, mobil dinas yang telah dipakai selama 5 tahun, berdasarkan aturan harus diganti dangan mobil yang baru, kemudian yang lama dilelang. "Program Pemkot Batu zaman Pak Imam Kabul (nantan wali kota, Red) memang begitu, dan ini sudah disetujui," jelasnya.

Loekik mengatakan, pengadaan tiga Grand Vitara untuk pimpinan dewan itu bersamaan dengan pengadaan mobil wali kota dan wakil wali kota yang terpilih dalam pemilihan wali kota (pilwali) 2007, siapapun yang akan terpilih. Maka, untuk wali kota dibelikan Toyota Camry keluaran terbaru, dan untuk wakil wali kota dibelikan Toyota Altis.

Selain itu, pengadaan mobil tersebut juga bersamaan dengan pengadaan untuk operasional kepala dinas permukiman dan prasarana wilayah (disperkim) yang dibelikan Daihatsu Terrios serta untuk operasional Satpol PP berupa Toyota Avanza.

Apakah kebutuhan mobil-mobil itu memang mendesak? Loekik mengatakan, aturannya memang setelah lima tahun harus diganti. Sementara ketika disinggung kenapa tidak membelikan mobil untuk operasional PMI Kota Batu yang lebih bermanfaat atau untuk kebutuhan yang lebih penting lainnya? Loekik mengatakan, kalau soal mobil PMI itu tergantung dinas terkait, yaitu dinas kesehatan. Kalau dinas terkait tidak mengajukan, maka bagian perlengkapan tidak bisa membelikan. Tetapi, jika untuk para pejabat, itu memang tugas bagian perlengkapan.

Sumber : Jawa Pos edisi senin,24 Maret 2008

No comments: